Jenis Aliran Lukisan
Naturalisme
Naturalisme di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme. Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker , yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salahs atu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.
RADEN SALEH
Ekspresionisme
Pengertian Ekspresionisme yaitu aliran seni lukis yang mengutamakan kebebasan dalam bentuk dan warna untuk mencurahkan emosi atau perasaan.
Ekspressionisme adalah kecenderungan seorang seniman untuk mendistorsi kenyataan dengan efek-efek emosional. Ekspresionisme bisa ditemukan di dalam karya lukisan, sastra, film, arsitektur, dan musik. Istilah emosi ini biasanya lebih menuju kepada jenis emosi kemarahan dan depresi daripada emosi bahagia.
Pelukis Matthias Grünewald dan El Greco bisa disebut ekspresionis.
Daftar Pelukis Ekspresionisme dari abad 20 yang tergolong adalah:
• Jerman: Heinrich Campendonk, Emil Nolde, Rolf Nesch, Franz Marc, Ernst Barlach, Wilhelm Lehmbruck, Erich Heckel, Karl Schmidt-Rottluff, Ernst Ludwig Kirchner, Max Beckmann, August Macke, Elfriede Lohse-Wächtler, Ludwig Meidner, Paula Modersohn-Becker, Gabriele Münter, dan Max Pechstein.
• Austria: Egon Schiele dan Oskar Kokoschka
• Russia: Wassily Kandinsky dan Alexei Jawlensky
• Netherlands: Charles Eyck, Willem Hofhuizen, Jaap Min, Jan Sluyters, Jan Wiegers dan Hendrik Werkman
• Belgia: Constant Permeke, Gust De Smet, Frits Van den Berghe, James Ensor, Floris Jespers, dan Albert Droesbeke.
• Perancis: Gen Paul dan Chaim Soutine
• Norwegia: Edvard Munch
• Swiss: Carl Eugen Keel
• Indonesia: Affandi
Affandi
Kubisme
kubisme adalah sebuah gerakan modern seni rupa pada awal abad ke-20 yang dipelopori oleh Picasso dan Braque. Prinsip-prinsip dasar yang umum pada kubisme yaitu menggambarkan bentuk objek dengan cara memotong, distorsi, overlap, penyederhanaan, transparansi, deformasi, menyusun dan aneka tampak. Gerakan ini dimulai pada media lukisan dan patung melalui pendekatannya masing-masing
pada kubisme, bentuk –bentuk karyanya menggunakan bentuk –bentuk geometri (segitiga, segiempat, kerucut, kubus, lingkaran dan sebagainya) seniman kubisme sering menggunakan teknik kolase, misalnya menempelkan potongan kertas surat kabar, gambar –gambar poster dan lain- lain.
Kubisme sebagai pencetus gaya nonimitative muncul setelah Picasso dan Braque menggali sekaligus terpengaruh bentuk kesenian primitif, seperti patung suku bangsa Liberia, ukiran timbul (basrelief) bangsa Mesir, dan topeng-topeng suku Afrika. Juga pengaruh lukisan Paul Cezanne, terutama karya still life dan pemandangan, yang mengenalkan bentuk geometri baru dengan mematahkan perspektif zaman Renaisans. Ini membekas pada keduanya sehingga meneteskan aliran baru.
Istilah “Kubis” itu sendiri, tercetus berkat pengamatan beberapa kritikus. Louis Vauxelles (kritikus Prancis) setelah melihat sebuah karya Braque di Salon des Independants, berkomenmtar bahwa karya Braque sebagai reduces everything to little cubes (menempatkan segala sesuatunya pada bentuk kubus-kubus kecil. Gil Blas menyebutkan lukisan Braque sebagai bizzarries cubiques (kubus ajaib). Sementara itu, Henri Matisse menyebutnya sebagai susunan petits cubes (kubus kecil). Maka untuk selanjutnya dipakai istilah Kubisme untuk memberi ciri dari aliran seperti karya-karya tersebut.
Perkembangan awal
Dalam tahap perkembangan awal, Kubisme mengalami fase Analitis yang dilanjutkan pada fase Sintetis. Pada 1908-1909 Kubisme segera mengarah lebih kompleks dalam corak yang kemudian lebih sistematis berkisar antara tahun 1910-1912. Fase awal ini sering diberi istilah Kubisme Analitis karena objek lukisan harus dianalisis. Semua elemen lukisan harus dipecah-pecah terdiri atas faset-fasetnya atau dalam bentuk kubus.
Objek lukisan kadang-kadang setengah tampak digambar dari depan persis, sedangkan setengahnya lagi dilihat dari belakang atau samping. Wajah manusia atau kepala binatang yang diekspos sedemikian rupa, sepintas terlihat dari samping dengan mata yang seharusnya tampak dari depan.
Pada fase Kubisme Analitis ini, para perupa sebenarnya telah membuat pernyataan dimensi keempat dalam lukisan, yaitu ruang dan waktu karena pola perspektif lama telah ditinggalkan.
Bila pada pereiode analitis Braque maupun Picasso masih terbelenggu dalam kreativitas yang terbatas, berbeda pada fase Kubisme Sintetis. Kaum Kubis tidak lagi terpaku pada tiga warna pokok dalam goresan-goresannya. Tema karya-karya mereka pun lebih variatif. Dengan keberanian meninggalkan sudut pandang yang menjadi ciri khasnya untuk beranjak ke tingkat inovatif berikutnya.
Perkembangan karya kaum Kubis selanjutnya adalah dengan perhatian mereka terhadap realitas. Dengan memasukkan guntingan-guntingan kata atau kalimat yang diambil dari suratpaper colle. kabar kemudian direkatkan pada kanvas sehingga membentuk satu komposisi geometris. Eksperimen tempelan seperti ini lazim disebut teknik kolase atau
Daftar Pelukis Kubisme :
* Paul Cezane
* Pablo Picasso
* George Braque
* Metzinger
* Albert Glazez
* But Mochtar
* Moctar Apin
* Fajar Sidik
* Andre Derain
PABLO PICASSO
Senin, 28 Maret 2011
Lagu bertemakan cinta terhadap tuhan, orang tua, dan cinta antara pria & wanita
SURGAMU
UNGU
Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena…
Kutahu…
Hanya Engkau…
Tuhanku…
Reff :
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu
Hanyalah padaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena…
Kutahu…
Hanya Engkau…
Tuhanku…
Back To Reff :
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di setiap waktu
Hanyalah kepadaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di Setiap Waktu
Makna Lagu :
Menceritakkan tentang seorang manusia yang mengakui bahwa hanya allah yang maha besar dan maha pengasih lagi maha penyanyang.
Ibu
Ungu
Kau memberikanku hidup, kau memberikanku kasih sayang
Tulusnya cintamu putihnya kasihmu
Tak kan pernah terbalasakan
Hangat dalam dekapanmu memberikan aku kedamaian
Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
Tak kan pernah terlupakan
Reff:
Oh ibu terimakasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai
Tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan
Oh ibu semoga Tuhan memberikan kadamaian dalam hidupmu
Putih kasihmu kan abadi dalam hidupku
Makna Lagu :
Menceritakkan tentang seorang anak yang mengucapkan terima kasih kepada ibunya karena telah menyanginya dan merawatnya sejak kecil
My Heart
Irwansyah
Featuring: Acha Septriasa
Di sini kau dan aku terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang, bahagia ku denganmu
*Pernahkah kau menguntai hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua, disini surga kita
Reff:
Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah sayangku akan hilang
If you love somebody could he be this strong
I will fight to it, our love will conquer all
Wouldn’t risk my love even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
Makna Lagu :
Lagu ini bercerita tentang 2 orang manusia laki-laki dan perempuan yang saling mencintai.
UNGU
Segala yang ada dalam hidupku
Kusadari semua milikMu
Ku hanya hambaMu yang berlumur dosa
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena…
Kutahu…
Hanya Engkau…
Tuhanku…
Reff :
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
Ku memujaMu di setiap waktu
Hanyalah padaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Tunjukkan aku jalan lurusMu
Untuk menggapai SurgaMu
Terangiku dalam setiap langkah hidupku
Karena…
Kutahu…
Hanya Engkau…
Tuhanku…
Back To Reff :
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di setiap waktu
Hanyalah kepadaMu
Tempatku berteduh
Memohon ridho dan ampunanMu
Allahu Akbar
Allah Maha Besar
KumemujaMu di Setiap Waktu
Makna Lagu :
Menceritakkan tentang seorang manusia yang mengakui bahwa hanya allah yang maha besar dan maha pengasih lagi maha penyanyang.
Ibu
Ungu
Kau memberikanku hidup, kau memberikanku kasih sayang
Tulusnya cintamu putihnya kasihmu
Tak kan pernah terbalasakan
Hangat dalam dekapanmu memberikan aku kedamaian
Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu
Tak kan pernah terlupakan
Reff:
Oh ibu terimakasih untuk kasih sayang yang tak pernah usai
Tulus cintamu takkan mampu untuk terbalaskan
Oh ibu semoga Tuhan memberikan kadamaian dalam hidupmu
Putih kasihmu kan abadi dalam hidupku
Makna Lagu :
Menceritakkan tentang seorang anak yang mengucapkan terima kasih kepada ibunya karena telah menyanginya dan merawatnya sejak kecil
My Heart
Irwansyah
Featuring: Acha Septriasa
Di sini kau dan aku terbiasa bersama
Menjalani kasih sayang, bahagia ku denganmu
*Pernahkah kau menguntai hari paling indah
Ku ukir nama kita berdua, disini surga kita
Reff:
Bila kita mencintai yang lain, mungkinkah hati ini akan tegar
Sebisa mungkin tak akan pernah sayangku akan hilang
If you love somebody could he be this strong
I will fight to it, our love will conquer all
Wouldn’t risk my love even just one night
Our love will stay in my heart
My heart
Makna Lagu :
Lagu ini bercerita tentang 2 orang manusia laki-laki dan perempuan yang saling mencintai.
Senin, 21 Februari 2011
MENJAGA KEBUDAYAAN INDONESIA
Indonesia terkenal sebagai bangsa yang luhur. Memiliki keragaman budaya yang tersebar di pelosok-pelosok nusantara. Dari kesenian, adat-istiadat hingga makanan melekat mewarnai keragaman bangsa ini. Tidak heran jika begitu banyaknya budaya yang kita miliki, justru membuat kita tidak mengetahui apa saja budaya yang ada Indonesia. Bahkan kita sendiri pun sebagai generasi muda terkadang melupakan budaya daerah kita. Ironis memang, orang Indonesia tetapi tak tahu ciri khas bangsanya sendiri. Lihat diri kita masing-masing, sebetulnya kita jugalah yang tidak mau tahu akan keluhuran budaya sendiri. Ketertarikan budaya yang semakin meluntur juga sangat nampak pada diri generasi muda saat ini. Salah satunya karena globalisasi.
Menyinggung era globalisasi, tentu juga akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol nampaknya. Begitu bebas budaya yang masuk dari berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Kesemua itu berdampak sangat buruk dan dengan mudah dapat menggeser budaya asli Indonesia.
Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin menjurus ke arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun semakin memudar. Dari segi iptek, sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita. Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi. Kemudian, belum ada filterisasi budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada penyaringan kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang dulu melekat dalam diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah yang ada dan kita junjung tinggi justru semakin kita abaikan.
Dampak yang paling buruk terjadi ialah hilangnya budaya-budaya yang menjadi ciri khas di beberapa daerah. Bahkan terjadi pencurian atau sering kita dengar pengklaiman budaya nasional oleh negara lain. Sungguh disayangkan hal itu bisa dialami bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini negara tetangga kita mengklaim begitu banyak budaya dari Indonesia. Bisa kita ambil contoh, batik, reog ponorogo, masakan rendang dari Sumatra Barat, kuda lumping, lagu rasa sayange, alat musik angklung, gamelan dari Jawa serta tari piring. Sampai yang terkini adalah tari pendet dari Bali, dan masih banyak lagi. Ini semakin menunjukkan bahwa kita lemah dalam menjaga jati diri dan mudah kecolongan oleh negara lain.
Selain akibat dari globalisasi yang tersebut di atas, ada beberapa hal yang menyebabkan klaim budaya itu terjadi diantaranya.
Kesadaran generasi muda yang kurang akan pentingnya budaya. Untuk mempertahankan budaya memang sangat dibutuhkan kesadaran yang kuat. Tidak hanya mengakui tetapi harus ikut serta dalam pelestarian budaya. Dari kesadaran itulah akan muncul upaya-upaya menjaga, melindungi budaya asli daerah sehingga akan tetap utuh. Sehingga, tidak mungkin akan diakui negara lain.
Perpindahan penduduk juga menyebabkan banyak budaya kita yang diakui negara lain. Saat ini banyak penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bahkan banyak pula yang telah menetap di sana menjadi warga negara tempat ia tinggal. Perpindahan tersebut tidak menutup kemungkinan akan diikuti perpindahan budaya. Budaya-budaya dari Indonesia pasti ada yang diterapkan di negara lain tempat mereka bekerja. Inilah yang menyebabkan keinginan negara lain untuk mengakui budaya Indonesia. Karena mereka menganggap budaya itu sudah biasa mereka lihat di negaranya.
Penyebab lainnya, pemerintah kurang perhatian pada budaya nasional. Buktinya, salah satu kesenian dari Jawa Timur yaitu Reog Ponorogo sempat menjadi perdebatan kepemilikan dengan pihak Malaysia. Padahal dari namanya saja sudah jelas bahwa itu milik Indonesia. Sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan mendaftarkan hak cipta budaya. Supaya dunia internasional mengakui atas
kememilikan budaya Indonesia. Kemudian, kurangnya sarana untuk menampilkan budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Ini bukan masalah yang kecil, melainkan masalah yang menyangkut ciri khas bangsa kita. Harus segera diatasi, agar tidak ada lagi budaya kita yang diambil pihak luar.
Sebagai seorang pelajar, ada satu cara untuk mempertahankan dan melestarikan budaya kita. Yaitu memanfaatkan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi informasi seperti internet, handphone, radio maupun televisi, merupakan sarana yang paling efektif dalam upaya pengenalan seluruh budaya Indonesia pada masyarakat luas khususnya pelajar. Sekaligus sebagai upaya mempertahankan budaya kita dari ancaman pengakuan budaya oleh negara lain.
Sebagian besar generasi muda di Indonesia sudah pasti mengenal apa itu internet. Untuk mengaksesnya pun tidak terlalu rumit. Internet ini merupakan teknologi informasi yang menjadi sasaran utama bagi generasi muda. Tidak ada salahnya jika budaya Indonesia dikenalkan melalui internet. Sebuah hal yang nantinya menarik perhatian kaum muda untuk mempunyai rasa ingin tahu terhadap budaya sendiri. Kita bisa mengenal budaya-budaya Indonesia lewat internet. Dengan adanya internet, berarti terbuka satu langkah untuk mempertahankan budaya Indonesia. Tentunya harus ada tindak lanjut dari pemerintah. Pemerintah harus segera menggencarkan sosialisasi budaya melalui internet. Bisa dilakukan dengan cara membuat alamat khusus untuk mengupas budaya yang ada di Indonesia. Sehingga generasi muda Indonesia benar-benar mengetahui apa saja budaya yang dimiliki.
Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi kita semua terimakasih.
Sumber :
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/speech/2098928-genggam-budaya-dalam-diri-generasi/
Menyinggung era globalisasi, tentu juga akan berpengaruh pada dinamika budaya di setiap negara. Khususnya di Indonesia, hal ini bisa dirasakan dan sangat menonjol nampaknya. Begitu bebas budaya yang masuk dari berbagai arus kehidupan. Pribadi yang ramah-tamah juga sangat mendukung masuknya berbagai budaya tersebut. Ditambah lagi generasi muda kita yang terkesan bosan dengan budaya yang mereka anggap kuno. Namun, masuknya budaya dari luar justru kerap berimbas buruk bagi bangsa ini. Misalnya budaya berpakaian, gaya hidup (life style), segi iptek, maupun adat-istiadat. Kesemua itu berdampak sangat buruk dan dengan mudah dapat menggeser budaya asli Indonesia.
Kita sebenarnya belum siap menerima era globalisasi. Gaya hidup kita semakin menjurus ke arah barat yang individual dan liberal. Budaya gotong-royong pun semakin memudar. Dari segi iptek, sebagian besar juga berdampak buruk bagi kita. Yakni penyalahgunaan teknologi kerap kali terjadi. Kemudian, belum ada filterisasi budaya yang masuk. Begitu mudah budaya masuk tanpa ada penyaringan kesesuaian dengan budaya asli kita. Akibatnya kita seperti berjalan mengikuti perkembangan zaman yang semakin modern. Tetapi sayangnya budaya luhur yang dulu melekat dalam diri, perlahan semakin menghilang. Parahnya, budaya daerah yang ada dan kita junjung tinggi justru semakin kita abaikan.
Dampak yang paling buruk terjadi ialah hilangnya budaya-budaya yang menjadi ciri khas di beberapa daerah. Bahkan terjadi pencurian atau sering kita dengar pengklaiman budaya nasional oleh negara lain. Sungguh disayangkan hal itu bisa dialami bangsa Indonesia. Akhir-akhir ini negara tetangga kita mengklaim begitu banyak budaya dari Indonesia. Bisa kita ambil contoh, batik, reog ponorogo, masakan rendang dari Sumatra Barat, kuda lumping, lagu rasa sayange, alat musik angklung, gamelan dari Jawa serta tari piring. Sampai yang terkini adalah tari pendet dari Bali, dan masih banyak lagi. Ini semakin menunjukkan bahwa kita lemah dalam menjaga jati diri dan mudah kecolongan oleh negara lain.
Selain akibat dari globalisasi yang tersebut di atas, ada beberapa hal yang menyebabkan klaim budaya itu terjadi diantaranya.
Kesadaran generasi muda yang kurang akan pentingnya budaya. Untuk mempertahankan budaya memang sangat dibutuhkan kesadaran yang kuat. Tidak hanya mengakui tetapi harus ikut serta dalam pelestarian budaya. Dari kesadaran itulah akan muncul upaya-upaya menjaga, melindungi budaya asli daerah sehingga akan tetap utuh. Sehingga, tidak mungkin akan diakui negara lain.
Perpindahan penduduk juga menyebabkan banyak budaya kita yang diakui negara lain. Saat ini banyak penduduk Indonesia yang bekerja di luar negeri. Bahkan banyak pula yang telah menetap di sana menjadi warga negara tempat ia tinggal. Perpindahan tersebut tidak menutup kemungkinan akan diikuti perpindahan budaya. Budaya-budaya dari Indonesia pasti ada yang diterapkan di negara lain tempat mereka bekerja. Inilah yang menyebabkan keinginan negara lain untuk mengakui budaya Indonesia. Karena mereka menganggap budaya itu sudah biasa mereka lihat di negaranya.
Penyebab lainnya, pemerintah kurang perhatian pada budaya nasional. Buktinya, salah satu kesenian dari Jawa Timur yaitu Reog Ponorogo sempat menjadi perdebatan kepemilikan dengan pihak Malaysia. Padahal dari namanya saja sudah jelas bahwa itu milik Indonesia. Sebenarnya hal itu bisa disiasati dengan mendaftarkan hak cipta budaya. Supaya dunia internasional mengakui atas
kememilikan budaya Indonesia. Kemudian, kurangnya sarana untuk menampilkan budaya asli Indonesia kepada masyarakat luas. Ini bukan masalah yang kecil, melainkan masalah yang menyangkut ciri khas bangsa kita. Harus segera diatasi, agar tidak ada lagi budaya kita yang diambil pihak luar.
Sebagai seorang pelajar, ada satu cara untuk mempertahankan dan melestarikan budaya kita. Yaitu memanfaatkan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat. Perkembangan teknologi informasi seperti internet, handphone, radio maupun televisi, merupakan sarana yang paling efektif dalam upaya pengenalan seluruh budaya Indonesia pada masyarakat luas khususnya pelajar. Sekaligus sebagai upaya mempertahankan budaya kita dari ancaman pengakuan budaya oleh negara lain.
Sebagian besar generasi muda di Indonesia sudah pasti mengenal apa itu internet. Untuk mengaksesnya pun tidak terlalu rumit. Internet ini merupakan teknologi informasi yang menjadi sasaran utama bagi generasi muda. Tidak ada salahnya jika budaya Indonesia dikenalkan melalui internet. Sebuah hal yang nantinya menarik perhatian kaum muda untuk mempunyai rasa ingin tahu terhadap budaya sendiri. Kita bisa mengenal budaya-budaya Indonesia lewat internet. Dengan adanya internet, berarti terbuka satu langkah untuk mempertahankan budaya Indonesia. Tentunya harus ada tindak lanjut dari pemerintah. Pemerintah harus segera menggencarkan sosialisasi budaya melalui internet. Bisa dilakukan dengan cara membuat alamat khusus untuk mengupas budaya yang ada di Indonesia. Sehingga generasi muda Indonesia benar-benar mengetahui apa saja budaya yang dimiliki.
Semoga postingan ini dapat bermanfaat bagi kita semua terimakasih.
Sumber :
http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/speech/2098928-genggam-budaya-dalam-diri-generasi/
Tipe-Tipe Kepribadian
Masing-masing orang memiliki karakteristik yang berbeda-beda sehingga ada ciri-ciri dimana kita bisa membedakan antara orang yang satu dengan yang lainnya. Berikut Tipologi manusia menurut Claudius Gallenus :
SANGUNITAS (orang yang mempunyai banyak darah / sungai dalam tubuh)
Perasaan dasar : Riang,Optimis mudah menyusaikan diri,perasaan tidak stalal,kurang
konsekuen,reaksinya tidak dipikir dalam-dalam.
MELANKHOLIKUS (memiliki banyak empudu hitam/melanchole)
Perasaan dasar : Sedih,ketakutan,hati-hati dalam tindakan,konsekuen,stabil jiwanya
KHOLERIKUS (dalam tubuhnya terdapat banyak empudu kuning-kuning kholeri)
Perasaan dasar : kurang puas,gelisah,emosional, expolosi,perasaanya,hebat & kuat
kesukaran dia atasi dengan energi yang berlebihan
FLEGMATIKUS (di dalam tubuhnya banyak lendir/flegma)
Perasaan dasar : tenang,netral,tidak mudah emosional,tidak mudah terharu,pasif menjemukan & bersifat konservatif
kalau dilihat dari ciri-ciri diatas mungkin saya bisa di kategorikan kedalam tipe kepribadian FLEGMATIKUS. So.. bagaimana dengan anda sendiri dari ciri-ciri yang ditulis di atas.
Demikianlah postingan dari saya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
.termakasih.
SANGUNITAS (orang yang mempunyai banyak darah / sungai dalam tubuh)
Perasaan dasar : Riang,Optimis mudah menyusaikan diri,perasaan tidak stalal,kurang
konsekuen,reaksinya tidak dipikir dalam-dalam.
MELANKHOLIKUS (memiliki banyak empudu hitam/melanchole)
Perasaan dasar : Sedih,ketakutan,hati-hati dalam tindakan,konsekuen,stabil jiwanya
KHOLERIKUS (dalam tubuhnya terdapat banyak empudu kuning-kuning kholeri)
Perasaan dasar : kurang puas,gelisah,emosional, expolosi,perasaanya,hebat & kuat
kesukaran dia atasi dengan energi yang berlebihan
FLEGMATIKUS (di dalam tubuhnya banyak lendir/flegma)
Perasaan dasar : tenang,netral,tidak mudah emosional,tidak mudah terharu,pasif menjemukan & bersifat konservatif
kalau dilihat dari ciri-ciri diatas mungkin saya bisa di kategorikan kedalam tipe kepribadian FLEGMATIKUS. So.. bagaimana dengan anda sendiri dari ciri-ciri yang ditulis di atas.
Demikianlah postingan dari saya semoga dapat bermanfaat bagi kita semua.
.termakasih.
Sabtu, 22 Januari 2011
KEHIDUPAN KOTA & DESA
Kehidupan Kota & Desa tentu adalah hal yg sangat berbeda karena kultur kehidupan yang berbeda jika di kota kita banyak melihat gedung-gedung tinggi dan kendaraan yang banyak mengeluarkan asap, sedangkan jika pergi ke desa kita disana hanya bisa melihat hamparan sawah yang luas dan udara yang masih asri kali ini saya akan memberikan sedikit contoh perbedaan antara kehidupan masyarakat yang hidup di kota dan di desa berikut postingan saya :
Ciri-ciri dan karateristik masyarakat kota dan masyarkat desa
Masyarakat Kota:
Ciri-ciri masyarakat kota:
Pengaruh alam terhadap masyarakat kota kecil
Mata pencahariannya sangat beragam sesuai dengan keahlian dan ketrampilannya.
Corak kehidupan sosialnya bersifat gessel schaft (patembayan), lebih individual dan kompetitif.
Keadaan penduduk dari status sosialnya sangat heterogen
Stratifikasi dan diferensiasi sosial sangat mencolok. Dasar stratifikasi adalah pendidikan, kekuasaan, kekayaan, prestasi, dll.
Interaksi sosial kurang akrab dan kurang peduli terhadap lingkungannya. Dasar hubungannya adalah kepentingan.
Keterikatan terhadap tradisi sangat kecil
Masyarakat kota umumnya berpendidikan lebih tinggi, rasional, menghargai waktu, kerja keras, dan kebebasan
Jumlah warga kota lebih banyak, padat, dan heterogen
Pembagian dan spesialisasi kerja lebih banyak dan nyata
Kehidupan sosial ekonomi, politik dan budaya amat dinamis, sehingga perkembangannya sangat cepat
Masyarkatnya terbuka, demokratis, kritis, dan mudah menerima unsur-unsur pembaharuan.
Pranata sosialnya bersifat formal sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
Memiliki sarana – prasarana dan fasilitas kehidupan yang sangat banyak.
Karateristik masyarakat kota:
Anonimitas
Kebanyakan warga kota menghabiskan waktunya di tengah-tengah kumpulan manusia yang anonim.Heterogenitas kehidupan kota dengan keaneka ragaman manusianya yang berlatar belakang kelompok ras, etnik, kepercayaan, pekerjaan, kelas sosial yang berbeda-beda mempertajam suasana anonim.
Jarak Sosial
Secara fisik orang-orang dalam keramaian, akan tetapi mereka hidup berjauhan.
Keteraturan
Keteraturan kehidupan kota lebih banyak diatur oleh aturan-aturan legal rasional. (contoh: rambu-rambu lalu lintas, jadwal kereta api, acara televisi, jam kerja, dll)
Keramaian (Crowding)
Keramaian berkaitan dengan kepadatan dan tingginya tingkat aktivitas penduduk kota. Sehingga mereka suatu saat berkerumun pada pusat keramaian tertentu yang bersifat sementara (tidak permanen).
Kepribadian Kota
Sorokh, Zimmerman, dan Louis Wirth menyimpulkan bahwa kehidupan kota menciptakan kepribadian kota, materealistis, berorientasi, kepentingan, berdikari (self sufficient), impersonal, tergesa-gesa, interaksi social dangkal, manipualtif, insekuritas (perasaan tidak aman) dan disorganisasi pribadi.
Masyarakat Desa:
Ciri-ciri masyarakat pedesaan:
Letaknya relatif jauh dari kota dan bersifat rural
Lingkungan alam masih besar peranan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat pedesaan
Mata pencaharian bercorak agraris dan relatif homogen (bertani, beternak, nelayan, dll)
Corak kehidupan sosialnya bersifat gemain schaft (paguyuban ddan memiliki community sentiment yang kuat)
Keadaan penduduk (asal-usul), tingkat ekonomi, pendidikan dan kebudayaannya relatif homogen.
Interaksi sosial antar warga desa lebih intim dan langgeng serta bersifat familistik
Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya
Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebersamaan / gotong royong kekeluargaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social.
Jumlah warganya relatif kecil dengan penguasaan IPTEK relatif rendah, sehingga produksi barang dan jasa relatif juga rendah
Pembagian kerja dan spesialisasi belum banyak dikenal, sehingga deferensiasi sosial masih sedikit
Kehidupan sosial budayanya bersifat statis, dan monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban.
Masyarakatnya kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib, dan sulit menerima unsur-unsur baru
Memiliki sistem nilai budaya (aturan moral) yang mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis
Penduduk desa bersifat konservatif, tetapi sangat loyal kepada pemimpinnya dan menjunjung tinggi tata nilai dan norma-norma ang berlaku.
Karakteristik masyakat pedesaan:
Menurut Landis, terdapat beberapa karateristik masyarakat desa, a.l:
Umumnya mereka curiga terhadap orang luar yang masuk
Para orang tua umumya otoriter terhadap anak-anaknya
Cara berfkir dn sikapnya konservatif dan statis
Mereka amat toleran terhadap ninlai-nlai budayanya sendiri, sehingga kurang toleran terhadap budaya lain
Adanya sikap pasrah menerima nasib dan kurang kompetitif
Memiliki sikap udik dan isolatif serta kurang komunikatif dengan kelompok sosial diatasnya.
Demikian sedikit postingan yang bisa saya beri mudah-mudahan postingan ini dapat berguna bagi kita semua. terima kasih .
http://bebekpengkang.blogspot.com/2010/04/masyarakat-kota-dan-desa.html
Ciri-ciri dan karateristik masyarakat kota dan masyarkat desa
Masyarakat Kota:
Ciri-ciri masyarakat kota:
Pengaruh alam terhadap masyarakat kota kecil
Mata pencahariannya sangat beragam sesuai dengan keahlian dan ketrampilannya.
Corak kehidupan sosialnya bersifat gessel schaft (patembayan), lebih individual dan kompetitif.
Keadaan penduduk dari status sosialnya sangat heterogen
Stratifikasi dan diferensiasi sosial sangat mencolok. Dasar stratifikasi adalah pendidikan, kekuasaan, kekayaan, prestasi, dll.
Interaksi sosial kurang akrab dan kurang peduli terhadap lingkungannya. Dasar hubungannya adalah kepentingan.
Keterikatan terhadap tradisi sangat kecil
Masyarakat kota umumnya berpendidikan lebih tinggi, rasional, menghargai waktu, kerja keras, dan kebebasan
Jumlah warga kota lebih banyak, padat, dan heterogen
Pembagian dan spesialisasi kerja lebih banyak dan nyata
Kehidupan sosial ekonomi, politik dan budaya amat dinamis, sehingga perkembangannya sangat cepat
Masyarkatnya terbuka, demokratis, kritis, dan mudah menerima unsur-unsur pembaharuan.
Pranata sosialnya bersifat formal sesuai dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku
Memiliki sarana – prasarana dan fasilitas kehidupan yang sangat banyak.
Karateristik masyarakat kota:
Anonimitas
Kebanyakan warga kota menghabiskan waktunya di tengah-tengah kumpulan manusia yang anonim.Heterogenitas kehidupan kota dengan keaneka ragaman manusianya yang berlatar belakang kelompok ras, etnik, kepercayaan, pekerjaan, kelas sosial yang berbeda-beda mempertajam suasana anonim.
Jarak Sosial
Secara fisik orang-orang dalam keramaian, akan tetapi mereka hidup berjauhan.
Keteraturan
Keteraturan kehidupan kota lebih banyak diatur oleh aturan-aturan legal rasional. (contoh: rambu-rambu lalu lintas, jadwal kereta api, acara televisi, jam kerja, dll)
Keramaian (Crowding)
Keramaian berkaitan dengan kepadatan dan tingginya tingkat aktivitas penduduk kota. Sehingga mereka suatu saat berkerumun pada pusat keramaian tertentu yang bersifat sementara (tidak permanen).
Kepribadian Kota
Sorokh, Zimmerman, dan Louis Wirth menyimpulkan bahwa kehidupan kota menciptakan kepribadian kota, materealistis, berorientasi, kepentingan, berdikari (self sufficient), impersonal, tergesa-gesa, interaksi social dangkal, manipualtif, insekuritas (perasaan tidak aman) dan disorganisasi pribadi.
Masyarakat Desa:
Ciri-ciri masyarakat pedesaan:
Letaknya relatif jauh dari kota dan bersifat rural
Lingkungan alam masih besar peranan dan pengaruhnya terhadap kehidupan masyarakat pedesaan
Mata pencaharian bercorak agraris dan relatif homogen (bertani, beternak, nelayan, dll)
Corak kehidupan sosialnya bersifat gemain schaft (paguyuban ddan memiliki community sentiment yang kuat)
Keadaan penduduk (asal-usul), tingkat ekonomi, pendidikan dan kebudayaannya relatif homogen.
Interaksi sosial antar warga desa lebih intim dan langgeng serta bersifat familistik
Memiliki keterikatan yang kuat terhadap tanah kelahirannya dan tradisi-tradisi warisan leluhurnya
Masyarakat desa sangat menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebersamaan / gotong royong kekeluargaan, solidaritas, musyawarah, kerukunan dan kterlibatan social.
Jumlah warganya relatif kecil dengan penguasaan IPTEK relatif rendah, sehingga produksi barang dan jasa relatif juga rendah
Pembagian kerja dan spesialisasi belum banyak dikenal, sehingga deferensiasi sosial masih sedikit
Kehidupan sosial budayanya bersifat statis, dan monoton dengan tingkat perkembangan yang lamban.
Masyarakatnya kurang terbuka, kurang kritis, pasrah terhadap nasib, dan sulit menerima unsur-unsur baru
Memiliki sistem nilai budaya (aturan moral) yang mengikat dan dipedomi warganya dalam melakukan interaksi sosial. Aturan itu umumnya tidak tertulis
Penduduk desa bersifat konservatif, tetapi sangat loyal kepada pemimpinnya dan menjunjung tinggi tata nilai dan norma-norma ang berlaku.
Karakteristik masyakat pedesaan:
Menurut Landis, terdapat beberapa karateristik masyarakat desa, a.l:
Umumnya mereka curiga terhadap orang luar yang masuk
Para orang tua umumya otoriter terhadap anak-anaknya
Cara berfkir dn sikapnya konservatif dan statis
Mereka amat toleran terhadap ninlai-nlai budayanya sendiri, sehingga kurang toleran terhadap budaya lain
Adanya sikap pasrah menerima nasib dan kurang kompetitif
Memiliki sikap udik dan isolatif serta kurang komunikatif dengan kelompok sosial diatasnya.
Demikian sedikit postingan yang bisa saya beri mudah-mudahan postingan ini dapat berguna bagi kita semua. terima kasih .
http://bebekpengkang.blogspot.com/2010/04/masyarakat-kota-dan-desa.html
Rabu, 15 Desember 2010
PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI
PERGURUAN TINGGI
Definisi Perguruan Tinggi pemahaman kita dan kemampuan belajar yang lebih tinggi dalam usia dewasa, setelah mengumpulkan sejumlah tahun keterampilan dan pengalaman profesional. Ada alasan sederhana untuk itu. Pada remaja, ketika kami memutuskan untuk melanjutkan pendidikan, kami tidak memiliki kapasitas dan kedewasaan untuk mengerti bagaimana kita akan menggunakan dan menerapkan pengetahuan yang kita sedang terkena. Jadi, Perguruan Tinggi untuk menghafal palsu percaya bahwa kita belajar apa yang kita benar-benar menghafal. Namun, tidak lama setelah itu, kita lupa banyak hal.
Mengapa Definisi Perguruan Tinggi pembahasan kali ini? Karena fungsi otak kita efisien: ini hanya membuang informasi yang tidak memiliki aplikasi praktis, baik intelektual atau emosional. Setelah mengumpulkan pengalaman bertahun-tahun, kita memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi persis apa yang akan memungkinkan kita untuk mencapai atau meningkatkan fungsi profesional Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman lebih efisien. Sebuah percakapan santai, sebuah buku yang bagus, atau bahkan pidato Perguruan Tinggi demikian secara permanen tersimpan dalam pikiran kita tanpa menghafal yang terlibat jika intelektual atau menarik secara emosional. Orang dewasa biasanya memiliki kemampuan pemahaman yang lebih baik daripada mahasiswa.
Banyak Definisi Perguruan Tinggi Bagaimana?
Biasanya kita lupa bahwa pendidikan Perguruan Tinggi adalah hanya sarana memberikan kita dengan alat-alat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang semakin berkualitas dalam karir profesional kami. Untuk alasan ini, ketika merancang program akademik mahasiswa, kami mempertimbangkan semua pengetahuan profesional, ketrampilan dan pengalaman siswa memiliki akumulasi sepanjang kehidupan professional-nya. Selain Perguruan Tinggi, kita tidak lebih efisien karena kita mempelajari atau membaca lebih banyak, melainkan karena kami tahu bagaimana menerapkan pengetahuan kita yang lebih baik dalam situasi kehidupan nyata.
Belajar dan membaca lebih banyak akan mengubah kami menjadi orang berpendidikan lebih baik, tapi belajar untuk menerapkan pengetahuan praktis yang akan memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang tepat dan bertindak bijaksana dalam hidup. Dan inilah jenis pengetahuan yang akan kita butuhkan untuk berhasil di arena profesional. Ini adalah dengan menghasilkan hasil yang positif dan menemukan solusi bahwa kualitas pembelajaran jarak jauh kami datang ke depan pendidikan tinggi. Apa yang benar-benar penting adalah apa yang kita tahu, bukan bagaimana kita telah memperoleh pengetahuan itu. Berlaku kualitas pengetahuan lebih efisien daripada kuantitas teori Definisi Perguruan Tinggi.
sumber:
http://www.twilightexpress.co.cc/2010/04/definisi-perguruan-tinggi.html
Definisi Perguruan Tinggi pemahaman kita dan kemampuan belajar yang lebih tinggi dalam usia dewasa, setelah mengumpulkan sejumlah tahun keterampilan dan pengalaman profesional. Ada alasan sederhana untuk itu. Pada remaja, ketika kami memutuskan untuk melanjutkan pendidikan, kami tidak memiliki kapasitas dan kedewasaan untuk mengerti bagaimana kita akan menggunakan dan menerapkan pengetahuan yang kita sedang terkena. Jadi, Perguruan Tinggi untuk menghafal palsu percaya bahwa kita belajar apa yang kita benar-benar menghafal. Namun, tidak lama setelah itu, kita lupa banyak hal.
Mengapa Definisi Perguruan Tinggi pembahasan kali ini? Karena fungsi otak kita efisien: ini hanya membuang informasi yang tidak memiliki aplikasi praktis, baik intelektual atau emosional. Setelah mengumpulkan pengalaman bertahun-tahun, kita memperoleh kemampuan untuk mengidentifikasi persis apa yang akan memungkinkan kita untuk mencapai atau meningkatkan fungsi profesional Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman lebih efisien. Sebuah percakapan santai, sebuah buku yang bagus, atau bahkan pidato Perguruan Tinggi demikian secara permanen tersimpan dalam pikiran kita tanpa menghafal yang terlibat jika intelektual atau menarik secara emosional. Orang dewasa biasanya memiliki kemampuan pemahaman yang lebih baik daripada mahasiswa.
Banyak Definisi Perguruan Tinggi Bagaimana?
Biasanya kita lupa bahwa pendidikan Perguruan Tinggi adalah hanya sarana memberikan kita dengan alat-alat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang semakin berkualitas dalam karir profesional kami. Untuk alasan ini, ketika merancang program akademik mahasiswa, kami mempertimbangkan semua pengetahuan profesional, ketrampilan dan pengalaman siswa memiliki akumulasi sepanjang kehidupan professional-nya. Selain Perguruan Tinggi, kita tidak lebih efisien karena kita mempelajari atau membaca lebih banyak, melainkan karena kami tahu bagaimana menerapkan pengetahuan kita yang lebih baik dalam situasi kehidupan nyata.
Belajar dan membaca lebih banyak akan mengubah kami menjadi orang berpendidikan lebih baik, tapi belajar untuk menerapkan pengetahuan praktis yang akan memungkinkan kita untuk membuat keputusan yang tepat dan bertindak bijaksana dalam hidup. Dan inilah jenis pengetahuan yang akan kita butuhkan untuk berhasil di arena profesional. Ini adalah dengan menghasilkan hasil yang positif dan menemukan solusi bahwa kualitas pembelajaran jarak jauh kami datang ke depan pendidikan tinggi. Apa yang benar-benar penting adalah apa yang kita tahu, bukan bagaimana kita telah memperoleh pengetahuan itu. Berlaku kualitas pengetahuan lebih efisien daripada kuantitas teori Definisi Perguruan Tinggi.
sumber:
http://www.twilightexpress.co.cc/2010/04/definisi-perguruan-tinggi.html
MASALAH & POTENSI DI KALANGAN PEMUDA
MASALAH DI KALANGAN PEMUDA
Sekarang ini banyak masalah-masalah yang dihadapai oleh pemuda masa kini karena banyaknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab memberikan contoh atau pelajaran yang tidak mendidik, maka dari itu cara yang efektif untuk menanggulangi masalah itu adalah adanya peran serta orangtua dalam mengarahkan agar anaknya tidak salah bergaul, lingkungan yang bersih dari pergaulan bebas dll.
POTENSI-POTENSI DI KALANGAN PEMUDA
PEMUDA mendengar kata itu pasti orang-orang berfikir jiwa yang masih berapi-api untuk meraih cita-cita dan semangat yang tinggi, sebenarnya banyak potensi-potensi meraih banyakn prestasi jika saja diarahkan oleh orang yang ahli. Sekarang ini memang sulit menemukan potensi atau bakat seseorang karena mungkin jaman sekarang semua dengan cara praktis jadi semua ingin yang praaktis-praktis saja sehingga potensi yang dimiliki oleh para pemuda agak sulit terlihat. Padahal jika saja kita bisa mengetahui potensi apa yang kita miliki dan kita menekuninya mungkin kita bisa meraih prestasi yang bisa membanggakan orangtua bahkan diri sendiri.
demikian tulisan dari saya bila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon maaf, saya cuma ingin berbagi informasi.
Sekarang ini banyak masalah-masalah yang dihadapai oleh pemuda masa kini karena banyaknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab memberikan contoh atau pelajaran yang tidak mendidik, maka dari itu cara yang efektif untuk menanggulangi masalah itu adalah adanya peran serta orangtua dalam mengarahkan agar anaknya tidak salah bergaul, lingkungan yang bersih dari pergaulan bebas dll.
POTENSI-POTENSI DI KALANGAN PEMUDA
PEMUDA mendengar kata itu pasti orang-orang berfikir jiwa yang masih berapi-api untuk meraih cita-cita dan semangat yang tinggi, sebenarnya banyak potensi-potensi meraih banyakn prestasi jika saja diarahkan oleh orang yang ahli. Sekarang ini memang sulit menemukan potensi atau bakat seseorang karena mungkin jaman sekarang semua dengan cara praktis jadi semua ingin yang praaktis-praktis saja sehingga potensi yang dimiliki oleh para pemuda agak sulit terlihat. Padahal jika saja kita bisa mengetahui potensi apa yang kita miliki dan kita menekuninya mungkin kita bisa meraih prestasi yang bisa membanggakan orangtua bahkan diri sendiri.
demikian tulisan dari saya bila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon maaf, saya cuma ingin berbagi informasi.
Langganan:
Postingan (Atom)
